Kemiskinan merupakan salah satu permasalahan sosial yang paling kompleks dan mendesak di dunia. Meskipun banyak negara telah mengalami pertumbuhan ekonomi pesat, kemiskinan tetap menjadi bayangan yang menghantui masyarakat. Kemiskinan bukan sekadar ketiadaan uang, tetapi juga menyangkut keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan layak, dan partisipasi dalam kehidupan sosial. Oleh karena itu, memahami hakikat kemiskinan dan mencari solusi berkelanjutan menjadi langkah penting dalam membangun kehidupan yang lebih adil.
Pengertian Kemiskinan
Secara umum, kemiskinan adalah kondisi di mana seseorang atau kelompok tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar hidupnya, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, dan kesehatan. Bank Dunia mendefinisikan kemiskinan ekstrem sebagai hidup dengan kurang dari US$ 2,15 per hari. Namun, kemiskinan tidak hanya bersifat material, melainkan juga multidimensional—meliputi akses terhadap kesempatan, rasa aman, hingga martabat manusia.
Jenis-Jenis Kemiskinan
Kemiskinan dapat dikategorikan dalam beberapa bentuk, antara lain:
-
Kemiskinan Absolut
Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar minimal untuk bertahan hidup. Contoh: tidak bisa membeli makanan bergizi, tempat tinggal layak, atau layanan kesehatan dasar. -
Kemiskinan Relatif
Muncul ketika seseorang hidup jauh di bawah standar rata-rata masyarakat sekitarnya. Misalnya, seseorang mungkin memiliki penghasilan, tetapi masih dianggap miskin karena jauh di bawah tingkat kesejahteraan umum. -
Kemiskinan Struktural
Disebabkan oleh sistem sosial, politik, dan ekonomi yang tidak adil. Misalnya, ketidakmerataan distribusi tanah, kesempatan kerja, dan akses pendidikan. -
Kemiskinan Kultural
Terjadi ketika pola pikir atau budaya masyarakat menghambat upaya keluar dari kemiskinan, seperti pasrah pada nasib atau enggan menerima perubahan.
Penyebab Kemiskinan
Ada banyak faktor yang melatarbelakangi kemiskinan. Berikut beberapa di antaranya:
1. Faktor Ekonomi
-
Rendahnya kesempatan kerja.
-
Upah minimum yang tidak sebanding dengan kebutuhan hidup.
-
Ketergantungan pada sektor informal.
2. Faktor Pendidikan
Kurangnya akses pendidikan berkualitas membuat seseorang kesulitan memperoleh pekerjaan yang layak. Pendidikan adalah kunci mobilitas sosial, sehingga ketertinggalan pendidikan berkontribusi besar terhadap kemiskinan.
3. Faktor Kesehatan
Biaya kesehatan yang tinggi dan rendahnya fasilitas medis menyebabkan banyak keluarga jatuh miskin akibat sakit berkepanjangan.
4. Faktor Struktural
Sistem distribusi ekonomi yang tidak adil, monopoli sumber daya, dan kebijakan publik yang kurang berpihak pada rakyat kecil menjadi penyebab lain yang memperkuat lingkaran kemiskinan.
5. Faktor Bencana dan Konflik
Bencana alam, peperangan, atau konflik sosial dapat menghancurkan mata pencaharian dan memaksa orang hidup dalam kemiskinan ekstrem.
Dampak Kemiskinan
Kemiskinan menimbulkan dampak luas, tidak hanya bagi individu tetapi juga masyarakat secara keseluruhan:
-
Dampak Sosial
-
Tingginya angka kriminalitas.
-
Meningkatnya pekerja anak.
-
Ketimpangan sosial yang memicu kecemburuan dan konflik.
-
-
Dampak Ekonomi
-
Rendahnya produktivitas tenaga kerja.
-
Terhambatnya pertumbuhan ekonomi.
-
Tingginya angka pengangguran.
-
-
Dampak Kesehatan
-
Tingkat gizi buruk yang tinggi.
-
Akses minim terhadap layanan kesehatan.
-
Tingginya angka kematian ibu dan bayi.
-
-
Dampak Psikologis
-
Menurunnya rasa percaya diri.
-
Rasa putus asa dan depresi.
-
Perasaan terpinggirkan dari masyarakat.
-
Kemiskinan di Indonesia
Indonesia sebagai negara berkembang masih menghadapi tantangan besar dalam mengurangi kemiskinan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan pada Maret 2023 tercatat sekitar 9,36% atau sekitar 25,9 juta jiwa. Meskipun ada penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kesenjangan antarwilayah masih nyata. Wilayah perkotaan cenderung lebih sejahtera dibandingkan pedesaan, di mana akses pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur masih terbatas.
Upaya Pemerintah Mengatasi Kemiskinan
Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis untuk menurunkan angka kemiskinan, di antaranya:
-
Program Bantuan Sosial
-
Program Keluarga Harapan (PKH).
-
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
-
Bantuan Langsung Tunai (BLT).
-
-
Program Pendidikan
-
Kartu Indonesia Pintar (KIP).
-
Beasiswa Bidikmisi/KIP Kuliah.
-
Sekolah Gratis di tingkat dasar.
-
-
Program Kesehatan
-
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan.
-
Peningkatan layanan Puskesmas dan Posyandu.
-
-
Program Pemberdayaan Ekonomi
-
Kredit Usaha Rakyat (KUR).
-
Pelatihan keterampilan kerja.
-
Pengembangan UMKM.
-
Peran Masyarakat dalam Mengatasi Kemiskinan
Mengatasi kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas. Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:
-
Gerakan Sosial
Menggalang donasi, mendirikan rumah singgah, hingga membangun koperasi masyarakat. -
Pendidikan Nonformal
Membuka kursus keterampilan gratis, bimbingan belajar, atau literasi digital bagi masyarakat miskin. -
Kewirausahaan Sosial
Membentuk usaha yang tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga memberi dampak sosial positif, seperti menyerap tenaga kerja dari kelompok miskin.
Solusi Global untuk Mengatasi Kemiskinan
Di tingkat internasional, kemiskinan menjadi isu utama yang diangkat dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Tujuan pertama SDGs adalah mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk di seluruh dunia pada tahun 2030. Solusi global mencakup:
-
Peningkatan investasi dalam pendidikan.
-
Pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan.
-
Pembangunan ekonomi berkelanjutan.
-
Kerja sama internasional dalam mengurangi kesenjangan antarnegara.
Tantangan dalam Mengentaskan Kemiskinan
Meski berbagai upaya telah dilakukan, masih ada sejumlah tantangan besar:
-
Ketimpangan distribusi kekayaan.
-
Korupsi dalam pengelolaan program sosial.
-
Dampak pandemi dan perubahan iklim.
-
Keterbatasan anggaran negara.
Kemiskinan adalah masalah multidimensional yang membutuhkan solusi komprehensif. Upaya mengatasinya tidak bisa hanya mengandalkan bantuan sosial jangka pendek, melainkan perlu strategi jangka panjang seperti peningkatan kualitas pendidikan, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan masyarakat. Dengan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas global, cita-cita menghapus kemiskinan bukanlah hal mustahil.
MASUK PTN